Chinese
Color
Orange
Black
Blue
Purple
Green
Deep Blue
Laman Utama
Forum
Fokus
Semasa
Kolumnis
Search
3104
View
100
Reply

[Dunia] Rakyat singapore nak berniaga batik rolls pun tak senang, indon asyik meroyan..

[Copy link]

Author: dodifarid    From the mobile phone    Show all posts   Read mode

Author
Post time 10-10-2017 10:35 AM From the mobile phone | Show all posts |Read mode
SINGAPURA, KOMPAS.com - Pernahkah terbayang untuk 'mencicipi' rasa batik? Nura Alkhatib, pemilik toko roti online Batikrolls di Singapura, berhasil memviralkan bolu gulung batik secara online dengan mengandalkan motif-motif Pesisiran khas Indonesia dari megamendung sampai parang rusak.

Kepada BBC Indonesia, Nura menguraikan bahwa batik yang dibuatnya 'melewati proses yang sangat berbeda'. Motif tidak dituangkan pada selembar kain, melainkan ke atas loyang. Dia pun tidak membatik dengan lilin malam, melainkan dengan krim kue.

Memakai motif Indonesia, perlukah pengusaha Singapura ini membayar royalti? Nura dari Batikrolls berpendapat, ''Sama seperti sushi Jepang dan croissant Prancis, batik adalah seni yang melekat dengan Indonesia dan sudah seharusnya dibagikan dengan dunia.''

''Sudah sejak lama keluarga saya akrab dengan beraneka kue dari Indonesia. Ibu saya dibesarkan di Jawa dan saat pindah ke Singapura dia tetap rajin membuat kue dan membagikannya ke keluarga,'' lanjutnya.

''Buat saya, ini peluang buat berbagi keindahan seni batik dari Indonesia,'' katanya.

Tapi, Konsultan Pemberdayaan Masyarakat, Goris Mustaqim, mengingatkan unsur kontraprestasi dalam hal ini.

''Kalau dipakai bisnis, lain dengan pendidikan atau mungkin acara apresiasi, seharusnya ada kontraprestasi untuk yang punya motif. Karena itu terkait dengan intellectual property (hak akan kekayaan intelektual),'' kata Goris.

Lagi-lagi Goris meluruskan, batik berbeda dengan sushi maupun croissant. ''Pertama, batik sudah diakui sebagai warisan budaya Indonesia oleh UNESCO. Kedua, batik sudah dipatenkan cara pembuatannya. Jadi kalau mengambil dari motif yang sudah ada di kita untuk sesuatu yang bernilai bisnis, dan motif tersebut sudah didaftarkan ke World Intellectual Property Organization (WIPO), maka seharusnya ada kontraprestasi,'' kata Goris.

''Jadi menurut saya tidak ada excuse (alasan) untuk UKM apapun. Memang peraturan WIPO seperti itu,'' Goris menekankan.

Saat ini, kata Goris, Indonesia lemah dalam upaya mendaftarkan dan mendigitalisasi unsur budaya. Ini yang sekarang menjadi 'pekerjaan rumah'. Hal serupa menurutnya pernah terjadi dalam kasus Adidas yang memakai motif batik Indonesia.

Itu sebabnya mengapa sekelompok anak muda yang menjadi duta budaya sedang berupaya mendigitasi berbagai kebudayaan Indonesia yang terdiri dari 15 sektor, antara lain arsitektur, kain, tenun, batik, dan kuliner.

Misinya satu, yaitu mendaftarkan kekayaan budaya tadi ke WIPO menggunakan metode kolektif yang diwakili pemerintah Indonesia.

Mengapa terobosan itu lahir di negeri jiran, bukan dari Indonesia yang notabene pemilik batik?

Genap delapan tahun batik diakui UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia. Dan, bisnis bolu gulung batik yang empuk juga sudah bersemi di pasar dalam negeri. Tapi, apa yang membedakan dengan bisnis serupa di Singapura?

Menurut Goris, harus diakui kelemahan UKM dalam negeri terletak pada modal dan nilai produk yang berkaitan dengan model bisnis serta pasar.
''Memang sudah kita akui, kalau memang mau mengakses ke pasar yang lebih premium produknya juga musti premium. Dalam artian secara desain, branding, positioning, dan kualitasnya bagus,'' ujarnya.

Di zaman ini, kata Goris, bisnis kecil bisa sukses dan terkenal asal punya konsep produk dan pasar yang jelas. Dan, menjamurnya transaksi online sesungguhnya menjanjikan jangkauan bisnis yang lebih namun masih luput dijajaki.

''Jadi bagi UKM juga seharusnya punya strategi buat go digital jadi tidak cuma punya laman sendiri tapi juga punya satu strategi bagaimana dia menampilkan keunggulan, kelebihannya itu ke pasar kustomer segmen yang dia tuju. Jadi tidak asal juga,'' saran Goris.

Pasar utama bolu gulung batik dari Batikrolls by Nura adalah Singapura dan Malaysia. Satu gulungan bolu sepanjang 22 cm tersebut dijual dalam kisaran 26 dollar Singapura dan 28 dollar Singapura atau sekitar Rp 260 ribu.

Total, ada enam motif batik yang dipakai oleh Nura. Semuanya adalah batik pesisiran khas Indonesia yang kaya motif dan semarak dengan warna. Motifnya pun lebih gamblang, berbeda dengan motif Jawa Tengah yang terikat aturan keraton.

Ambil contoh, motif megamendung ciri khas Cirebon dan motif Pekalongan yang tampil dengan warna berani. Soal rasa, pembeli bisa memilih varian rasa bolu gulung dari nutella, vanila, sampai blueberry.
''Lewat setiap gigitan, orang dari berbagai penjuru dunia bisa belajar sedikit tentang Indonesia. Atau, boleh dikatakan mencicipi budaya Indonesia,'' kata Nura.

Sejak dijual online, bolu gulung batik ini viral dan banyak peminatnya khususnnya di saat-saat menjelang Hari Raya Idul Fitri dan hari libur lainnya.

''Ada banyak juga wisatawan mancanegara yang datang ke Singapura memesan Batikrolls untuk oleh-oleh. Jadi, bolu gulung ini sudah merambah Taiwan, Australia, Swedia, Afrika Selatan, Jepang, Inggris, dan Jerman,'' kata Nura.


Soal batik Indonesia banyak ditiru, Nura berprinsip bahwa 'meniru juga bentuk sanjungan tertinggi'.
71710284.jpg
4276447710.jpg
3774212280.jpg
Batik-Rolls-By-Nura-04-Pemalang-Nutella-1050x700.jpg
Batik-Rolls-By-Nura-05-Parang-Strawberry-730x1024.jpg
Batik-Rolls-By-Nura-09-Spread-1024x1011.jpg
Reply

Use magic Report

Author
 Author| Post time 10-10-2017 10:37 AM From the mobile phone | Show all posts
Sapa yang tak paham bahasa indon jongos, sila translet
Reply

Use magic Report

Post time 10-10-2017 10:39 AM From the mobile phone | Show all posts
Lawa kau! Sesuai buat hantaran!
Reply

Use magic Report

Post time 10-10-2017 10:40 AM From the mobile phone | Show all posts
Memakai motif Indonesia, perlukah pengusaha Singapura ini membayar royalti?


Euw babinya ada hati mintak royalti!
Reply

Use magic Report

Author
 Author| Post time 10-10-2017 10:51 AM From the mobile phone | Show all posts
Batik rolls indon yang punya... jangan sesekali malaysia atau singapore cuma tiru... kalo vietnam atau jepang ngak apa2 @should
Reply

Use magic Report

Post time 10-10-2017 10:51 AM | Show all posts
fuh...nasib baik...
iols ingat dah xleh buat kek bastik biskut marie tu
baru nak try buat kek batik hijau tu..
Reply

Use magic Report

Post time 10-10-2017 10:53 AM | Show all posts
cantiknye...nak makan pun sayang..
Reply

Use magic Report

Post time 10-10-2017 10:55 AM From the mobile phone | Show all posts
makanan endonesia yang disantap satu tahun sekali
Reply

Use magic Report

Post time 10-10-2017 10:55 AM | Show all posts
wat everrr lah..
Reply

Use magic Report

Post time 10-10-2017 10:55 AM From the mobile phone | Show all posts
Cantiknya. Buat hantaran bagus ni. Lepas ni mesti set2 trisna nak tiru buat ni. Buat corak batik atas brownies.
Reply

Use magic Report

Author
 Author| Post time 10-10-2017 10:56 AM From the mobile phone | Show all posts
pearl.silver replied at 10-10-2017 10:51 AM
fuh...nasib baik...
iols ingat dah xleh buat kek bastik biskut marie tu
baru nak try buat kek bati ...

Mau buat harus minta ijin dari kedubes indon dulu dong
Reply

Use magic Report

Post time 10-10-2017 10:58 AM From the mobile phone | Show all posts
Edited by Body_language at 10-10-2017 11:01 AM

Indon ni geli betul. Ada hati nk mintak royalti. Mohon egypt dan india mintak royalti sbb indon klaim batik depa
Reply

Use magic Report

Post time 10-10-2017 11:04 AM From the mobile phone | Show all posts
cantik..
begini la baru syiok nak makan
nak bawa buah tangan pon x de la malu sgt..
Reply

Use magic Report

Post time 10-10-2017 11:07 AM | Show all posts
Cantik pulak keknya tu
Reply

Use magic Report

Post time 10-10-2017 11:10 AM | Show all posts
dodifarid replied at 10-10-2017 10:56 AM
Mau buat harus minta ijin dari kedubes indon dulu dong

kek batik biskut marie belom kena claim lai
Reply

Use magic Report

Post time 10-10-2017 11:13 AM | Show all posts
bnyak pewarna, boleh kena kanser
Reply

Use magic Report

Post time 10-10-2017 11:17 AM From the mobile phone | Show all posts
batik indon?  batik indon warnanya suram... kelam... gloomy...
Reply

Use magic Report

Post time 10-10-2017 11:25 AM From the mobile phone | Show all posts
cantiknya.. jd syg plak nak mkn..
Reply

Use magic Report

Post time 10-10-2017 11:27 AM From the mobile phone | Show all posts
Swiss roll mahal ni.
Reply

Use magic Report

Post time 10-10-2017 11:30 AM | Show all posts
cantik sangat
kalau i, sayang nak makan
nak biar mereput sampai berkulat
tapi memang sesuai buat buah tangan
Reply

Use magic Report

Post time 10-10-2017 11:31 AM | Show all posts
tongongnya indong....semua nak klaim dia punya....

org buat motif batik atas kek pun sibuk nak royalti bagai...awat tak guna otak inovasikan produk dari duk klaim bagai, mcm tongong je
Reply

Use magic Report

Post time 10-10-2017 11:36 AM | Show all posts
eeee...bab kutip royalti laju je...indon tak tau malu ke?? nak klaim sana sini..hujung2 gagal total jugak negara dah 72 tahun merdeka pun
Reply

Use magic Report

Post time 10-10-2017 11:37 AM From the mobile phone | Show all posts
Lol siapa2  kat negara mana pun boleh buat batik roll ni. Tak habis nak claim
Reply

Use magic Report

Post time 10-10-2017 11:56 AM | Show all posts
Apa org buat, semua nak claim. Bangsa GAGAL TOTAL.
Reply

Use magic Report

Post time 10-10-2017 12:00 PM | Show all posts
#doneclaim
Reply

Use magic Report

You have to log in before you can reply Login | Register | Facebook Login

Points Rules

 CARI App
Get it FREE Apple App Store
Get it FREE Google play
 Instagram
cari_infonet
FOLLOW
Copyright © 1996-2017 Cari Internet Sdn Bhd All Rights Reserved(483575-W)
0.062285s Gzip On
Quick Reply To Top Return to the list